BONTANG – Jelang Idulfitri, keberangkatan penumpang melalui moda transportasi darat mulai melonjak. Utamanya yang memilih untuk menggunakan bus patas. Pengelola PO Samarinda Lestari, Dewi mengatakan, mulai 28 Maret ini untuk keberangkatan malam, tepatnya pukul 22.00 Wita sudah terjadwal tiga armada. “Padahal sebelumnya maksimal dua armada. Alhamdulillah ini sudah ramai,” kata Dewi.

Bahkan Jumat (29/4) pihaknya akan menyiapkan delapan armada bus dalam hari tersebut. Sebab, perusahaannya juga melayani angkutan mudik perusahaan. Rinciannya keberangkatan pukul 05.00 Wita satu armada (perusahaan), pukul 06.00 Wita satu armada, pukul 08.00 Wita satu armada (perusahaan), pukul 22.00 Wita dua armada (perusahaan), dan di waktu sama tiga bus untuk penumpang umum.

“Ada tambahan armada dari Balikpapan yang bisa digunakan kami tarik ke sini untuk memberikan pelayanan,” ucapnya.

Menurutnya, jumlah ini berbeda dengan tahun lalu. Sebab, saat ini pemerintah telah memberikan restu kepada masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran. Tarif bus patas dipatok Rp 125 ribu per orang tujuan Balikpapan. Melalui jalur tol Samarinda-Balikpapan.

“Dari total penumpang rata-rata 75 persen mengarah ke bandara,” tutur dia.

Kendala saat ini ialah susahnya mendapatkan bahan bakar jenis solar. Sebab, di tiap SPBU harus mengantre. Bahkan untuk di Balikpapan pembelian pun dibatasi. Artinya, armada tidak bisa mengisi tangki sampai penuh. “Ini menyusahkan sekali. Padahal, bus kalau terjebak macet tidak mungkin mematikan mesin. Butuh 100-125 liter,” sebutnya.

Umumnya, sopir begitu tiba di Balikpapan akan mengantre BBM. Pun demikian seketika tiba di Bontang sembari menunggu keberangkatan lanjutnya. Satu armada bisa menampung 42 penumpang. Diprediksi lonjakan penumpang ini akan terus terjadi hingga satu hari sebelum Idulfitri. (*/ak/ind/k15)