Kontribusi keuangan yang disetor untuk negara terbilang besar. Namun, tak diimbangi dengan nominal yang diterima. Bahkan yang terendah dibanding kabupaten-kota lainnya.

 

BONTANG – Bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemprov Kaltim untuk tahun ini bagi Kota Taman, yakni Rp 22.490.161.000. Sesuai isi surat bernomor 978/1519/0603-111/BPKAD. Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Amiruddin Syam mengatakan, dari angka itu terdapat tujuh program.

Program terbesar ialah lanjutan penurapan Sungai Bontang sepanjang 738 meter. Anggaran yang dikucurkan ialah Rp 18 miliar. Selain itu, mengakomodasi pembangunan IPA IKK Kanaan. Kapasitas 50 liter per detik dengan angka Rp 2,5 miliar. “Angka ini dari pengajuan yang kami usulkan sebesar Rp 400 miliar. Mulai dari program perbaikan infrastruktur jalan, penurapan sungai, dan aspek kesehatan,” kata Amiruddin.

Rencananya, program yang tidak dibantu tahun ini akan disodorkan lagi untuk periodisasi tahun depan. Utamanya, terkait penanganan banjir dan perbaikan jalan. Bahkan, wali kota telah menyampaikan langsung ke gubernur saat musrenbang.

Sementara, Wali Kota Bontang Basri Rase mengaku kecewa dengan nominal bantuan yang diterima tahun ini. Pasalnya, angkanya merupakan yang paling kecil dari sembilan kabupaten/kota lainnya. Padahal, Bontang memiliki kontribusi yang sangat besar bagi Kaltim dan nasional. Utamanya, sebagai daerah penghasil migas dan pupuk.

“Saya sampaikan lantang di forum itu, kok sebagai daerah yang besar setoran ke negara hanya dapat segini. Tetapi, ini pun kami juga syukuri daripada tidak ada sama sekali,” ucap Basri.

Jika mengacu lima tahun belakangan, nominal ini untuk di APBD murni terbesar ketiga. Angka ini susut dibandingkan tahun lalu yang memperoleh Rp 48.638.000.000. Pun demikian dengan 2020, kala itu Bontang mendapatkan Rp 45 miliar.

Tetapi, karena pandemi terkena imbas rasionalisasi sebesar Rp 50 persen. Jumlah besar biasanya masuk dalam APBD Perubahan. Tetapi, pada tahun lalu pemprov tidak mengucurkan bankeu di periodisasi tersebut.

Sebagai informasi, program peningkatan Jalan Asmawarman hanya terserap 25 persen dari bantuan tahun lalu. Sebesar Rp 2,5 miliar dari pagu 10,5 miliar. Sementara untuk penurapan Sungai Bontang tidak terserap 100 persen. Akibat dinamika proses tender yang membuat durasi pengerjaan tersisa sedikit. (ind/k15)

Adiel kundhara

[email protected]