SENDAWAR – Lima orang ditetapkan tersangka penganiayaan kepada sesama tahanan berinisial HP (41), warga Kampung Ngenyan Asa, Barong Tongkok, Kutai Barat (Kubar). Kelima tahanan itu dijerat Pasal 170 KUHP. Kelima tersangka itu berinisial RM, RS, BM, RF, dan JN.

Kepala Bidang Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yusuf Sutejo, dalam keterangan pers release pengungkapan kasus tersebut di Mapolres Kubar, Rabu (4/5).  Untuk diketahui, HP bersama APG diamankan jajaran Polres Kubar pada Sabtu (9/4) sekira pukul 11.00 Wita di kawasan Kampung Ngenyan Asa, Kecamatan Barong Tongkok.

Keduanya kemudian ditahan dengan sangkaan tindak pidana penyalahgunaan Undang-undang Minyak dan Gas Bumi. Saat dalam tahanan, HP dianiaya oleh para tersangka tersebut. Korban HP sempat dibawa ke rumah sakit dan akhirnya meninggal beberapa hari kemudian.

Yusuf menegaskan, tidak ada keterlibatan petugas terhadap kasus ini. Hal ini setelah pihaknya melakukan pemeriksaan internal melibatkan Propam Polda Kaltim, sehingga dari 25 tahanan yang diperiksa mengerucut jadi lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Kita sudah periksa, baik dari Propram Polres maupun Propam Polda Kaltim perihal pelaksanaan penjagaan tahanan oleh anggota Polres Kubar. Karena ada kelalaian saat piket jaga, maka empat orang anggota dikenai sanksi tindak disiplin kepolisian,” tuturnya.

Sanksi tersebut, menurut Yusuf, diberlakukan kepada setiap anggota kepolisian yang lalai dalam bertugas maupun tindak pidana, akan di sidang kode etik kepolisian. “Penganiayaan itu terjadi saat korban bersama tahanan lain sedang melakukan olahraga,” terangnya.

Yusuf mengimbau kepada keluarga dan masyarakat agar menjaga kondusivitas kamtibmas terkait kasus tersebut. “Oleh karena itu, kiranya dapat menghormati proses hukum dengan menunggu hasil autopsi sebagai kelengkapan barang bukti. Percayakan ini semua kepada Polri,” pungkasnya. (kri/k16)

 

RUDY SUHARTONO

[email protected]