SANGATTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi mengeluarkan surat edaran terkait kewaspadaan penemuan kasus hepatitis akut. Mengingat tidak diketahui etiologinya. Edaran tersebut pun ditujukan kepada seluruh pemerintah daerah (pemda) se-Indonesia, kemarin (5/5).

Menanggapi ini, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kutai Timur (Kutim) dr Bahrani Hasanal, tak menampik hal tersebut. Dia menyebut, kasusnya kebanyakan masih terjadi di luar negeri. Sedangkan di Indonesia, memang terdeteksi tiga kasus yang menyebabkan meninggal dunia di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Untuk Kutai Timur belum terdeteksi. Tapi, kami tetap harus waspada. Agar semuanya bisa terkendali dan dapat dicegah,” ujarnya.
Menurutnya, hepatitis akut tersebut kebanyakan berasal dari virus. Hanya, yang menjadi masalah sampai sekarang penyebabnya belum diketahui.

“Apakah berkaitan dengan masalah kebersihan atau makanan, masih belum diketahui,” sebutnya. Sehingga untuk pencegahan, pihaknya mengandalkan pengalaman pencegahan covid-19 selama masa pandemi berlangsung. “Pengalaman itu bisa membantu tetap waspada. Terutama untuk pencegahan dalam menjaga kebersihan. Yang jelas ini peringatan dini, sehingga tetap waspada sambil mencari informasi apa penyebabnya. Kan telah terjadi di beberapa negara. Kalau hanya satu negara saja, mungkin bisa diprediksi penyebabnya,” pungkasnya.

Perlu diketahui, pada periode Januari hingga Maret lalu. Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menerima laporan 10 kasus tersebut dari Inggris Raya, yang menjangkit anak usia 11 bulan hingga lima tahun, pada 5 April lalu. Sehingga secara resmi dipublikasikan sebagai kejadian luar biasa (KLB) pada 15 April lalu. Bahkan, jumlah laporan kasus itu terus bertambah hingga 169 kasus per 21 April.

Penyebab dari penyakit tersebut masih belum diketahui. Pemeriksaan laboratorium telah dilakukan dan virus hepatitis tipe A, B, C, D dan E tidak ditemukan sebagai penyebab dari penyakit tersebut. Adenovirus terdeteksi pada 74 kasus yang setelah dilakukan tes molekuler, teridentifikasi sebagai F type 41. SARS-CoV-2 ditemukan pada 20 kasus, sedangkan 19 kasus terdeteksi adanya infeksi SARS-CoV-2 dan adenovirus.

Sehingga, surat edaran Kemenkes dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan para pemangku kepentingan terkait kewaspadaan dini penemuan kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya. (rdh)

MUH YODIQ
[email protected]