BONTANG–Program rantang kasih milik Pemkot Bontang kembali mendapat kritik tajam dari legislator. Pasalnya, bantuan makanan siap saji kepada lansia ini menyajikan menu yang dianggap tidak layak.

Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam bahkan mengatakan, program ini terkesan membuang anggaran. "Biayanya besar tetapi tidak maksimal," kata Andi Faizal. Politikus Partai Golkar itu beranggapan butuh evaluasi besar-besaran terhadap program ini. Mengingat tiap porsi dianggarkan Rp 30 ribu. Tetapi faktanya hidangan yang disajikan hanya satu tempe goreng, satu telur mata sapi, sayur tumis kacang, nasi, dan sepotong buah pepaya yang belum masak seutuhnya.

"Rantang kasih ini perlu perbaikan ke depannya. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda evaluasi buat pelaksanaan program ini," ucapnya. Gambar hidangan yang beredar itu merupakan pengiriman bagi lansia di Kecamatan Bontang Utara. Andi Faizal beranggapan kebutuhan gizi lansia ini hendaknya diperhatikan. Tidak boleh asal-asalan, agar kesehatan mereka terjaga.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-PM) mengagendakan evaluasi besar-besaran di pekan kedua Mei. "Kami akan panggil Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) selaku penyalur bantuan itu pekan depan. Sesungguhnya teguran sudah dilakukan agar memerhatikan penyajian menu makanan," kata Mabe.

Pengawasan terhadap program ini sejatinya sudah dilakukan. Bentuknya dengan KSM diwajibkan mengirimkan dokumen foto terhadap menu yang dibagikan. Dia pun sadar program baru ini memiliki beragam kelemahan. "Intinya semua bisa memberi masukan untuk kemajuan program ini," terangnya.

Untuk diketahui, total penerima rantang kasih sebanyak 88 lansia. Terbagi di 11 kelurahan se-Bontang. Pengajuan awal penerima bantuan mencapai 10.085 orang. Tetapi setelah diverifikasi keluarlah angka 88.

Penggantian penerima bantuan makanan ini bisa dilakukan di bulan berikutnya. Dengan syarat penerima itu telah meninggal atau pindah domisili. Tiap penggantian akan dimasukkan dalam perubahan SK Wali Kota.

Dissos-PM sebelumnya melakukan pergantian terhadap penerima rantang kasih. Dia mengatakan, proses penggantian ini sesuai dengan Perwali 2/2022. Perinciannya, 36 penerima diganti lantaran telah mendapatkan bantuan pangan non-tunai (BPNT) dari pemerintah pusat.

Ditambah satu penerima mengundurkan diri. Sesuai regulasi, bila menerima program bantuan rutin dari pemerintah pusat atau daerah, maka tidak bisa mendapatkan rantang kasih.

"Ini sesuai di Pasal 6 Poin e perwali tersebut. Sebab, BPNT itu disalurkan tiap bulan artinya rutin," urainya. Mekanisme penggantian berupa meminta data secara berjenjang. Dimulai dari tingkat RT. Kemudian usulan itu diverifikasi oleh Dissos-PM. Terakhir ialah memplenokan hasil penggantian dengan mengundang kelurahan dan kecamatan.

Persyaratan penggantian sesuai dengan ketentuan penerima program ini. Berupa lansia miskin, tidak mempunyai keluarga di Bontang, serta berusia di atas 60 tahun.

"Hasil penggantian ini sudah diplenokan di awal April lalu. Jadi saat ini yang diganti sudah tidak menerima rantang kasih," pungkasnya. (*/ak/kri/k8)