PENAJAM-Mikroplastik yang menjadi ancaman bagi kesehatan manusia bukan berasal dari proses mesin air isi ulang karena sudah terdapat filterisasi. Namun, partikel nanometer itu bisa berasal dari galon atau wadah air isi ulang. “Puskesmas secara berkala melakukan pembinaan, namun kendalanya dengan menjamurnya usaha (depo air isi ulang) tersebut, sehingga pembinaan belum maksimal,” kata Kepala Dinas Kesehatan Penajam Paser Utara (PPU) Jansje Grace Makisurat.

Ia mengatakan itu menanggapi ancaman mikroplastik kepada warga PPU, terutama yang minum air dalam kemasan atau galon yang di antaranya bersumber dari air isi ulang, seperti diwartakan, kemarin.

Masyarakat diingatkan bahaya serpihan plastik tak kasat mata yang berukuran 5 milimeter hingga 100 nanometer itu. Berdasarkan referensi yang diperoleh media ini, salah satu bahaya mikroplastik bagi manusia adalah mengganggu sistem kekebalan tubuh, menyebabkan perubahan pada deoxyribonucleic acid (DNA), stres oksidatif, dan mengakibatkan tubuh manusia lebih mudah terserang penyakit.

Jansje Grace Makisurat yang kemarin dilantik menjabat ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) PPU 2022-2025 itu mengatakan, Dinas Kesehatan dengan program higiene atau upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan, dan depot air minum tiap tahun selalu dilakukan, namun belum menjangkau semuanya. “Termasuk pengujian kualitas air masih terbatas karena sampel harus dikirim ke Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, dan PPU belum punya laboratorium kesehatan daerah (labkesda),” katanya.

Seperti dilansir media ini,  World Wildlife Fund International melaporkan setiap orang berisiko menelan sekira 5 gram plastik per minggunya. Isu mikroplastik menjadi isu bahaya di Indonesia dalam  beberapa waktu terakhir ini. Sementara itu, berdasarkan studi tentang air mineral kemasan yang melibatkan ratusan botol dari sembilan negara, diketahui ada kontaminasi mikroplastik pada botol air mineral tersebut. “Dalam jangka panjang mikroplastik memang berbahaya bagi kesehatan manusia. Karena itu perlunya warga diingatkan,” kata Lukasiwan Eddi Saputro, direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) PPU. Cara menghindari kontaminasi mikroplastik itu, kata dia, warga jangan memanaskan makanan di atas peralatan yang terbuat dari plastik, dan menghindari sedapat mungkin menggunakan wadah plastik untuk bungkus makanan dan minuman. (far)

ARI ARIEF
[email protected]