TANJUNG REDEB - Kabid Bina Nilai Budaya dan Seni  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Syahriani membenarkan bahwa wacana Berau menjadi tuan rumah pemilihan Duta Pariwisata Indonesia 2022 hingga kini belum ada kejelasan.

Ia yang dikonfirmasi pada Rabu (11/5) menuturkan, beberapa waktu lalu pihaknya telah mengadakan rapat dengan Yayasan Abhya Parama Mavendra sebagai penyelenggara pemilihan Duta Pariwisata Indonesia. Menurutnya, anggaran yang tersedia masih jauh dari yang diharapkan.

“Karena awalnya kita tidak mengetahui bahwa wakil bupati yang meminta diadakan di Berau,” tuturnya. Dirinya belum bisa memastikan event nasional ini dapat digelar atau tidak sesuai rencana awal. Ia mengaku, awalnya Disbudpar Berau tidak mengetahui tentang menjadi tuan rumah pemilihan Duta Pariwisata.

“Karena kita hanya dinas pelaksana saja, memang tupoksinya di sini. Tapi kalau bisa jangan sampai batal karena kita yang meminta digelar di sini, daerah lain banyak yang ingin tetapi kita yang diberi kesempatan,” sambungnya.

Setelah ditinjau, ternyata kesiapan kita hanya terbatas sekitar Rp 500 juta sedangkan anggaran yang dibutuhakan karena ini event nasional makanya cukup besar. “Berdasarkan rincian kebutuhan perkiraan sekitar Rp 3,5 miliar,” ucapnya.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa sembarangan menggunakan anggaran dan harus jelas tujuan dan peruntukannya, sedangkan yang menyelenggarakan pemilihan Duta Pariwisata Indonesia adalah yayasan non-pemerintah. “Setelah kami cek ternyata di MoU itu tidak tercantum pemerintah daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya diminta untuk memperbaharui MoU, dan saat ini ditinjau oleh bupati. Apabila sesuai dengan rencana awal, pemilihan Duta Pariwisata Indonesia 2022 akan digelar di Berau pada November.

“Kta lihat sekarang sudah bulan Mei, persiapan tentunya harus dikebut sedangkan kejelasannya belum pasti,” pungkasnya.(hmd/kpg/kri/k16)