TANJUNG REDEB – Polres Berau merilis dua tersangka pencurian dengan dua tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda. Kedua tersangka tersebut diketahui adalah sebagai spesialis bobol rumah dan spesialis pencongkel jok motor.

Paur Humas Polres Berau Iptu Suradi menjelaskan, Polres Berau dibantu jajaran Polsek Gunung Tabur berhasil mengamankan satu tersangka berinisial P (21),  seorang spesialis pembobol rumah kosong. “Tersangka P ini sudah sangat meresahkan karena sudah keluar masuk penjara,” ujarnya, Kamis (16/6).

Alih-alih setelah bebas membuat dirinya sadar, ternyata tersangka kembali berulah dengan kembali melakukan pencurian di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Gunung Tabur, Teluk Bayur, dan Tanjung Redeb. Yang mana total yang sudah dimasuki 15 rumah. “Kurang lebih baru dua bulan tersangka ini keluar dan kembali berulah dengan melakukan hal yang sama, yaitu pencurian,” tambahnya.

Saat melakukan aksinya, tersangka P hanya bermodalkan sepotong balok kurang lebih sepanjang 1 meter. Di mana, balok tersebut digunakan untuk memanjat rumah targetnya melalui ventilasi rumah. “Pelaku biasanya melakukan aksi pada malam hari, dan sebelum melakukan aksinya tersangka terlebih dahulu mendatangi dan melihat-lihat rumah tersebut,” jelasnya.

Dari tangan pelaku, pihak kepolisian berhasil mengamankan beberapa barang bukti yang diamankan berupa gelang, cincin dan dua unit handphone. “Ada beberapa BB yang sudah kita amankan,” tandasnya.

Sementara, tersangka P mengakui perbuatannya tersebut. Dan menurutnya, uang dari hasil pencurian itu digunakan untuk bermain judi slot dan hiburan malam. “Saya pakai untuk main judi slot dan juga dugem,” jelasnya. Akibat perbuatannya tersangka P dikenai Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 9 tahun penjara.

Terpisah, spesialis pencongkel jok motor dengan inisial Gw (32) juga berhasil diamankan oleh jajaran Polres Berau. Awal mula kasus terjadi pada Jumat (3/6) lalu. Di mana, salah satu korban berada di Lapangan Batiwakkal, Jalan Murjani I dan meninggalkan handphone di dalam jok motornya. Karena lupa, kunci motor tetap menempel di motor.

“Tidak lama kemudian, kedua rekan korban datang dan langsung masuk ke dalam lapangan dan setelah selesai olahraga kurang lebih sekitar setengah jam, salah satu rekan korban meminta tolong untuk meminjam handphone-nya untuk menelepon menggunakan aplikasi WhatsApp,” terangnya.

Saat korban dan rekannya menuju motor korban dan membuka jok, korban tidak menemukan handphone korban tersebut. “Awalnya, korban curiga kemungkinan rekannya yang mengerjai, akan tetapi rekan korban tersebut mengatakan, bukan dia yang mengambil, setelah itu korban pulang ke rumah untuk memberitahukan orangtuanya,” ujarnya.

Setelah itu, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian, dan di saat itu juga personel melakukan pencarian. Dan berhasil mengamankan tersangka GW di Lapangan Batiwakkal, Jalan Murjani I Tanjung Redeb, saat ingin melakukan aksinya. “Tersangka langsung kita amankan pada Jumat (3/6) lalu pada saat ingin melakukan pencurian,” sambungnya.

Setelah dilakukan berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka mengaku sudah empat kali melakukan hal tersebut dan uangnya digunakan untuk kehidupannya sehari-hari.

“Jika kontak motornya tidak menempel, tersangka membuka jok dengan cara mencongkel bagian samping, dan memang GW ini adalah spesialis,” tandasnya. “Akibat perbuatannya, pelaku terancam Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun,” pungkasnya. (aky/ind/k15)