Ratusan guru belum menerima gaji, terhitung sejak diangkat statusnya menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada Februari tahun ini.

 

TANJUNG REDEB - Salah satu guru PPPK di SD 001 Birang, Kecamatan Gunung Tabur, Recky Hidayat mengungkapkan, bahwa surat perintah melaksanakan tugas (SPMT) yang didapat dari Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, sudah keluar 2 Februari 2022.

Tapi, hingga Juni sama sekali belum menerima gaji. “Sementara, kami ini juga mempunyai kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi,” ujarnya. Sejauh ini, dia belum mengetahui pasti kendala yang terjadi hingga berdampak pada keterlambatan gaji kepada ratusan guru yang sudah menerima Surat Keputusan (SK) Bupati Berau pada April lalu.

Diakuinya, baik dirinya maupun ratusan guru lainnya merupakan peserta yang lolos seleksi PPPK gelombang pertama yang diikuti pada 15 September 2021. Bahkan peserta seleksi gelombang kedua PPPK yang dilaksanakan pada 12 Desember, juga bernasib yang sama.

“Padahal, semua regulasi sudah lengkap. Mulai dari NIP PPPK, SK hingga SPMT,” tegasnya.

Bahkan, selain belum menerima gaji selama lima bulan, mereka juga tidak menerima tunjangan hari raya (THR) yang seharusnya dibayar paling lambat seminggu sebelum Lebaran 2022. Dirinya, baru menerima THR pegawai tidak tetap (PTT) pada April lalu. Sebenarnya, pihaknya sudah ke dinas terkait untuk mempertanyakan persoalan ini.

"Kalau menurut informasi yang saya dapat dari dinas terkait, dokumen itu sudah diserahkan ke bagian keuangan. Tapi, sampai sekarang belum ada kejelasan lagi,” terangnya.

Meski memang hak mereka belum direalisasikan, namun bukan berarti, baik Recky maupun guru-guru lainnya harus meninggalkan kewajibannya sebagai pengajar. Mereka tetap sabar dan mengajar sebagaimana tugas mereka. "Karena, yang lebih utama dan terpenting itu adalah pendidikan anak-anak jangan sampai terganggu," tuturnya.

Keresahan yang sama juga disampaikan Arnas, salah satu guru PPPK di SD 001 Tanjung Redeb. Dirinya juga sampai saat ini belum menerima gaji yang sudah berjalan selama lima bulan, termasuk THR. Ia juga sangat berharap pembayaran gaji guru PPPK sesuai SK pengangkatan. Itu supaya ada keadilan terhadap kinerja para guru.

Diketahui sebelumnya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) membuka kuota seleksi PPPK di Kabupaten Berau sebanyak 597 guru. Dengan sistem tiga kali putaran. Gelombang pertama dan kedua sudah dilakukan 2021 lalu, dengan jumlah 228 dan 170 guru. Dinyatakan telah lulus dan menerima SK pengangkatan.

Sementara, tersisa gelombang ketiga pada 2022 dan belum ada informasi kapan dibuka. Tapi, ratusan guru yang telah lulus seleksi tersebut belum menerima gaji. (mar/ind/k15)