TANA PASER - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Paser melalui Bidang Litbang tahun 2022 ini fokus tiga penyusunan kajian. Di antaranya ialah masterplan kearsipan dan perpustakaan, objek warisan budaya tak benda, dan pemanfaatan lahan eks tambang.

Ketiga penyusunan kajian ini kata Kabid Litbang Sujono Cipto Trisno ialah yang paling prioritas. Seperti Masterplan Kearsipan dan Perpustakaan, tujuannya ialah meningkatkan literasi digital. Sehingga, masyarakat tidak harus membaca buku. Selain itu, pengembangan potensi kebudayaan sampai lima tahun ke depan.

"Karena saat ini harus mengikuti perkembangan zaman," kata Sujono, Minggu (19/6). Kajian ini juga sudah sesuai keinginan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Paser.

Penyusunan kajian kedua adalah pendataan objek warisan budaya tak benda. Contohnya, seperti tari-tarian. Bappedalitbang akan mengambil sampel dari lima kecamatan di Paser yang memiliki historis kuat budaya. Salah satunya Kecamatan Paser Belengkong. Respondennya adalah para pemangku adat. Kajian ini diyakini bisa memperkaya warisan kebudayaan di Kabupaten Paser dan dikenal lebih luas lagi.

Kajian terakhir ialah pemanfaatan lahan eks tambang. Sujono menyebut ada tiga lahan eks tambang yang akan dikaji, yaitu dua di Desa Batu Butok Kecamatan Muara Komam. Satunya lagi di Desa Tajur Kecamatan Long Ikis. Lahan tersebut akan diteliti dan berpotensi menjadi lahan apa. Bisa jadi kawasan pertanian terpadu, perikanan, sampai wisata.

Bappedalitbang bekerja sama dengan kampus Universitas Mulawarman Samarinda dalam kajian ini. Kini, sedang berjalan proses pengumpulan data di berbagai titik kajian. (jib/far/k15)