KARANG ASAM. Dua pria bernama Candra Nur alias Candra (38) dan Zaenal Abidin (39), tak menyadari gerak gerik mencurigakan mereka yang terlihat mondar-mandir di Jalan Angklung, Kelurahan Dadi Mulya, dalam pengawasan Tim Hyena -julukan Satresnarkoba Polresta Samarinda-, Sabtu (18/6) lalu.

Polisi pun terus mengintai keduanya yang berboncengan mengendarai motor Honda Vario warna abu-abu dengan nopol KT 2007 MO, ketika berhenti di pinggir jalan dan memungut bungkusan plastik hitam di tanah.

Setelah mengambil bungkusan itu Candra yang mengendarai motor langsung tancap gas. Polisi yang tak mau kehilangan jejak keduanya itupun bergegas mengikuti, hingga berhasil menghentikan laju motor yang dikendarai keduanya sekitar 100 meter dari lokasi memungut bungkusan itu.

Candra dan Zaenal panik karena terkepung. Mereka berdua pun pasrah ketika diminta memperlihatkan isi bungkusan plastik itu, yang ternyata berisi sebungkus sabu seberat 10,04 gram.

"Mereka (Candra dan Zaenal, Red) hendak melakukan transaksi pengantaran sabu itu ke seorang pembeli dengan menggunakan sistem jejak. Jadi mereka berdua itu adalah kurir," beber Kasat Resnarkoba Polresta Samarinda, Kompol Rido Doly Kristian, melalui Kanit Sidik, Iptu Purwanto.

Purwanto menjelaskan, sabu yang diambil kedua pelaku di TKP sebelumnya diletakan oleh pengedar atau pemilik, yang kini masih dalam penyelidikan.

"Jadi mereka juga mengambil sabu itu dengan sistem jejak, jadi mereka mengaku tidak tahu siapa pemiliknya," tandasnya.(oke/rin)