KARANG ASAM. Seorang pria, sebut saja bernama Meja, tersangka pencabulan adik iparnya, sebut juga bernama Kursi hanya bisa tertunduk lesu di hadapan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda.

Dalam wawancaranya dengan awak media, Meja mengakui perbuatannya. Dia berkilah khilaf, karena terdorong nafsu bejatnya yang timbul akibat marah dengan istrinya. "Saya menikah baru setahun. Kami memang sering ribut (cekcok, Red), kalau sudah masalah kerjaan," kata Meja, yang hanya bekerja serabutan sebagai buruh bongkar kayu di tempat penumpukan kayu.

Meja mengatakan, karena pekerjaannya yang tidak memiliki penghasilan tetap itu istrinya sampai harus ikut mencari nafkah dengan berjualan kopi keliling menggunakan sepeda. "Waktu saya dapat kabar kalau istri saya selingkuh, saya suruh dia berhenti berjualan, tapi dia tidak mau. Jadi saya jadi tambah curiga," ujar Meja.

Meski membenarkan telah mencabuli adik iparnya, namun Meja membantah memiliki ketertarikan dengan Kursi yang masih berusia 13 tahun itu. "Hanya karena saya marah dengan istri. Itu saja," pungkasnya.

Seperti yang diketahui, Meja diamankan anggota Unit PPA Satreskrim Polresta Samarinda karena melakukan pencabulan terhadap Kursi, yang tak lain adalah adik iparnya sendiri, 22 Mei 2022 pukul 16.00 Wita. Perbuatan yang diakui Meja karena terdorong rasa sakit hati dengan istrinya, yang dituduh berselingkuh itu dilakukan di rumah mertua yang juga merupakan tempat tinggal Kursi di kawasan Samarinda Ilir.(oke/rin)