BONTANG–Proses lelang bantuan perlengkapan sekolah telah berakhir. Tiga perusahaan menjadi pemenang dalam pengadaan tas, sepatu, dan seragam sekolah.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Saparudin mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan klarifikasi lapangan. Utamanya mendatangi perusahaan pemenang tender untuk tas dan seragam sekolah.

“Kalau tas, perusahaan pemenangnya di Malang, sedangkan seragam di Jember. Paling mudah itu sepatu karena di Bontang saja,” kata Saparudin.

Terkait dengan desain tas sekolah saat ini belum ada. Disdikbud masih menunggu contoh dari penyedia. Sebelumnya jenis spek telah dikirimkan. Tetapi terkadang antara desain dengan bentuk nyata mengalami perbedaan warna dan jenis bahan.

“Kami masih menunggu dari penyedia. Nanti kami akan informasikan. Baik itu tulisannya maupun warna,” ucapnya.

Secara kualitas dipastikan tidak jauh beda dengan bantuan perlengkapan sekolah tahun sebelumnya. Sebab bahan yang digunakan juga terbatas. Misalnya tas ada denim 100, 300, dan 600. Pun demikian dengan sepatu. Bahannya ialah PVC.

Tujuan dari klarifikasi lapangan ialah untuk memastikan identitas perusahaan. Sesuai dengan berkas penawaran yang diajukan. Sehingga jika ada permasalahan di kemudian hari bisa mendatangi alamat perusahaannya. “Tentu kami tidak mau kecolongan. Kami pastikan benar tidak apa yang ditawarkan,” sebutnya.

Dia pun belum bisa memastikan kapan pembuatan seragam, sepatu, dan tas sekolah rampung. Pihaknya meminta warga untuk bersabar. Diketahui untuk pengadaan seragam dimenangkan oleh CV Widya Sarana. Perusahaan ini bermarkas di Jember. Penawarannya senilai Rp 715 juta.

Sementara untuk pengadaan tas bakal dilakukan oleh PT Yasarah Karya Utama. Perusahaan ini berdomisili di Singosari, Malang. Dengan penawaran senilai Rp 911 juta.

Adapun sepatu sekolah pengadaan senilai Rp 1,3 miliar. Tender dimenangkan oleh CV Artomoro Joyo. Perusahaan ini beralamat di Api-Api, Bontang Utara. Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bambang Cipto Mulyono mengatakan penyaluran ini hanya diusulkan untuk kelas 1 SD dan VII SMP.

“Karena menyesuaikan anggaran yang terbatas. Karena untuk murid lainnya seragamnya masih bagus. Sebab selama ini pembelajaran juga lewat daring,” kata Bambang.

Tak hanya itu, dipastikan untuk buku tulis tidak dimasukkan paket perlengkapan sekolah. Sehingga hanya tas, seragam, dan sepatu yang dibantu. Sehubungan dengan mekanisme lelang, Disdikbud memiliki format. Khusus untuk sekolah negeri dipercayakan ke tiap satuan pendidikan masing-masing. “Seragam untuk sekolah negeri kemungkinan pakai skema penunjukan langsung. Kalau sekolah swasta tetap ditangani Disdikbud,” pungkasnya. (ak/ind/k8)