MUGIREJO. Usai hujan mengguyur, ruang tamu dan dapur rumah warga di Jalan Bandang Raya, RT 33, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang jebol. Bangunan tersebut tertimpa longsor dari atas bukit yang ada di sampingnya. 

Meski tidak menimbulkan korban luka maupun jiwa, namun atas kejadian itu bangunan tertimpa longsor mengalami kerusakan cukup parah dan tidak aman lagi untuk dihuni. 

Pemilik rumag Jaslan (43) menyebut, kejadian jebolnya dinding rumah hingga dapir bagian terjadi pada Selasa (20/9) sekitar pukul 03.30 Wita. Beruntung saat kejadian Jaslan dan putranya tengah terjaga. 

"Awalnya hujan lebat. Begitu hujan berhenti terdengar suara gemuruh seperti benda jatuh. Saat saya lihat material tanah berikut pohon di atas bukit longsor mengarah kediaman saya," kata Jaslan.

 Melihat hal itu, Jaslan panik dan bergegas membawa putranya keluar dari dalam rumah. Sementara material longsor menghantam dinding rumah dan dapurnya hingga jebol 

"Karena kondisi rumah rusak berat. Sementara tidak bisa ditempati. Terlebih kami masih khawatir ada longsor susulan," ungkap Jaslan. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda yang menerima informasi telah melakukan pengecekan. Pihaknya langsung menurunkan satu alat berat dibantu truk dari PUPR kota untuk mengevakuasi sekaligus membersihkan jalan yang tertimbun longsor. 

Hasil analisis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda menerangkan, jika wilayah tersebut memang masuk zona rawan longsor. Secara geologi, terdapat patahan material tanah gembur di wilayah tersebut, ditambah lagi adanya tanah dan batuan lunak.

 "Jadi kalau curah hujan tinggi. Tanah disekitar tebing dimana terdapat rumah warga tersebut masih bisa bergerak jika terjadi hujan. Masih ada potensi longsor lanjutan. Untuk itu warga yang bermukim di bawahnya perlu waspada," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso. 

Selanjutnya, BPBD akan berkoordinasi bersama pihak RT, Kelurahan, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda agar longsor bisa ditanggulangi dengan segera. 

"Sementara ini yang bisa dilakukan adalah pembersihan material yang sudah longsor agar jalan warga tidak terganggu terlalu lama," tutup Suwarso. (kis/beb)